Minggu, 23 November 2025

Sejarah gmim teep dan Lonceng gereja

📰 Sejarah Lonceng dan Jemaat GMIM Getsemani Teep

(Versi:Alm. Bpk. Welly Tering)

Artikel ini adalah dokumentasi lengkap mengenai perjalanan sejarah Jemaat GMIM Getsemani Teep, mencakup pendirian desa, kisah mitos pengambilan lonceng, perkembangan fisik gereja, hingga struktur kepemimpinan dan pelayanan dari tahun 1910 hingga saat ini.

I. Asal Usul Desa Teep dan Masuknya Kekristenan (Tahun 1900-an)

Desa Teep, yang dulunya dikenal sebagai Tanah Rata, didirikan di bawah kepemimpinan kolonial Belanda yang berpusat di Tondano pada tahun 1900-an. Penduduk awal terdiri dari yang bermukim tetap dan yang masih berpindah-pindah.

Dua bersaudara yang pertama memasuki Teep dan membawa agama adalah:

 * Bpk. Henos Semual: Pembawa Agama Kristen Protestan.

 * Bpk. Hermanus Semual: Pembawa Agama Kristen Katolik.

Pada saat itu, didirikanlah dua buah gedung gereja di Desa Teep, yaitu Gereja Roma Katolik dan Gereja Protestan, atas dasar kuasa kolonial Belanda.

II. Kisah Mitos Pengambilan Lonceng Tondano

Menurut cerita orang tua tempo dulu, Gereja Protestan mendapat jatah lonceng gereja dari Tondano, pusat kolonial Belanda.

A. Persiapan dan Mitos

Walaupun sudah mengenal agama, kepercayaan alam atau Alipuru (percaya pada suara burung Walak, atau Burung Manguni) masih melekat. Perjalanan mengambil lonceng harus disetujui oleh suara Burung Manguni; bunyi tiga kali berarti pertanda baik.

Empat orang ditugaskan untuk pergi ke Tondano:

 * Hermanus Semual

 * Henos Semual

 * Pilep Semual (selaku Kostor pada waktu itu)

 *  Zet Rorong (Kuntua pertama di desa Teep

Sebelum berangkat, mereka mendapat mimpi bahwa mereka harus memilih kamar nomor enam di Tondano.

B. Ekspedisi Lonceng

Mereka berangkat siang hari, berjalan kaki melewati daerah Kakas, Remboken, dan Urongo, berbekal seadanya (milu goreng dan ubi rebus). Anehnya, mereka tidak terlihat oleh Tonaas yang menguasai daerah rawan karena mereka juga memiliki persiapan penjaga diri.

Di Tondano, mereka memilih kamar nomor enam dan mendapatkan lonceng gereja yang beratnya kira-kira 250 kg. Lonceng ini bertuliskan TONDANO, karena merupakan lonceng asli dari Belanda. Mereka berangkat dan kembali pada siang hari, yang diprediksi terjadi kira-kira tahun 1930.

III. Perkembangan Fisik Gedung Gereja dan Nama Getsemani

Gedung Gereja GMIM Getsemani Teep telah dibangun kembali beberapa kali dengan ukuran yang bertambah:

| Tahap | Ukuran Bangunan | Material |

|---|---|---|

| Pertama | 9 \times 6 m | Kayu tada atau kayu kinupas |

| Kedua | 8 \times 12 m |  |

| Ketiga | 10 \times 12 m |  |

| Keempat | 14 \times 28 m | Permanen |

Penetapan Nama "Getsemani"

Pada tahun 1976, setelah pembangunan gedung berukuran 10 \times 14 m (permanen) selesai di masa kepemimpinan Bpk. Hendrik Wurangian, nama gereja disepakati:

 * Pilihan Nama: Imanuel dan Getsemani. Getsemani dipilih karena suara terbanyak.

 * Dasar Alkitabiah: Menunjuk pada tempat yang dipilih Yesus untuk berdoa dengan suasana aman dan damai.

 * Hubungan Lokal: Dihubungkan dengan asal-usul masyarakat Teep yang datang dari kota ke perkebunan, yang merupakan tempat sunyi, tenang, dan aman untuk melangsungkan hidup.

Pembangunan Pastori

 * Pastori Sementara: Jemaat meminjam rumah keluarga Koyongian-Tuju (Ernest) dan Kel. Engka-Lalujan (Bernat) sebagai pastori sementara.

 * Pastori Tetap Pertama: Pada masa Pdt. G. Porong, S.Th, dibelilah sebidang tanah milik Kel. Hendrik. Lalujan-Engka dan Pastori terealisasi.

 * Pastori Kedua: Karena berbagai alasan, lokasi Pastori dipindahkan di samping gereja (kintal Kel. Engka Sumual melalui pertukaran).

IV. Garis Waktu Kepemimpinan Jemaat (1910–Sekarang)

Berikut adalah daftar lengkap pemimpin Jemaat, mulai dari Guru Jemaat hingga Ketua Jemaat (Pendeta):

A. Era Guru Jemaat (1910–1985)

| No. | Nama | Periode |

|---|---|---|

| I | Cornelius Geraldus Tangkulung / Marga Kuhu | 1910 (mencakup Kepala Sekolah) |

| II | Welliam Kojongian / Marga Koyongian | 1920–1925 |

| III | W. Laluyan | 1930–1940 |

| IV | Marga Rondonuwu | 1940–1945 |

| V | E. Rewah | 1950–1955 |

| VI | H. Wurangian | 1955–1985 |

B. Era Ketua Jemaat (Pendeta) dan Transisi (1985–Sekarang)

| No. | Nama | Periode |

|---|---|---|

| VII | Welly Rewah | 1985–1988 |

| VIII | Sym. Ventje Rorong | 1986–1988 |

| IX | Pdt. D.E. Robot, S.Th (Pdt. Kiling Robot) | 1988–1994 |

| X | Pdt. G. Porong, S.Th | 1995–2000 |

| XI | Pdt. Ny. N. Kasiha Kodoati, S.Th | 2000–2005 |

| XII | Pdt. V. Ratu Lumowa | 2005–2010 |

| XIII | Pdt. Turangan | 2010–2015 |

| XIV | Pdt. M. Lumintang | 2015–2019 |

| XV | Pdt. J. Tulangow | 2019–2024 |

| XVI | Pdt. Nova Rau Emor, S.Th | 2024–Sekarang |

V. Pendidikan sebagai Wahana Penginjilan

Sejak kedatangan Misionaris (Pdt. Teyde dan Pdt. Hangtfelt dari Barat, sebelum GMIM Bersinode), pendidikan menjadi fokus utama.

A. Sejarah Sekolah

 * Sekolah Awal: Disebut Zending School, lokasi mula-mula adalah Gedung Gereja.

 * TK GMIM Teep: Didirikan pada 20 Juni 1983 dan dikelola oleh Komisi Pelayanan Khusus Wanita Kaum Ibu Jemaat GMIM Teep.

 * SD GMIM Teep: Berada di bawah asuhan GMIM Getsemani Teep.

B. Struktur Pendidikan (1910–2007)

Nama-nama Kepala Sekolah:

 * Cornelius Geraldus Tangkulung, 2. Arnol Kuhu, 3. Welliam Kojongian, 4. George Lalujan, 5. Rawung, 6. Rewah, 7. Aruperes, 8. Yopi Mandas, 9. Yorry Waladow, 10. Bernad Lalujan, 11. Handrie Tulangow, 12. Pit Maleke, 13. Adri Tulangow, 14. Elsye Karepowan (PLH).

Nama-nama Guru SD:

Zam Kuhu, Minder Lumintang, Minder Lalujan, An Nangoy, Like Sambur, Agu Tangkulung, Yantje Embram, Nes Embram, Herni Suoth, Nelly Lumintang, Yosefina Bokko, Mindert Aruperes, Wem Karepowan, Fitje Lumintang, Notje Lalujan, Meifi Raturandang, Sesye Lukow, Fitje Manaroinsong, S. Tunas, Yoner Panambunan, Anekke Saisab, Dance Tangkulung, Jein Lalmentik.

Nama-nama Guru Taman Kanak-Kanak:

 * Elke Gerungan, 2. Heise Lalamentik, 3. Altje Languju, 4. Yelly Engka, 5. Ferra Mandas.

Tenaga Pengajar Sukarela (Ditugaskan Gereja):

 * Pdt. L. Waladow, M.Teol (Digaji oleh Jemaat), 2. Amenesti Tuju (Digaji oleh Jemaat), 3. Vincent Saisab (Digaji oleh Pdt. N. Kasiha Kodoati, S.Th).

VI. Struktur Pelayanan Jemaat

A. Nama-nama Pelayan Inti

| Jabatan | Nama |

|---|---|

| Guru Agama | Marta Mantow |

| PPL (Sekitar 70-an) | Hein Arina, Marthen Karundeng, Yoner Wowiling, Ferdinan Waworuntu |

| Mantan Pelayan (PI 1994-1998) | Bpk Ernes Watuseke, Bpk. Welly Laluyan, Bpk. Salem Rampi, Bpk. Johan Naung |

B. Nama-nama Kostor

 * Wellem Sumual, 2. Aris Karisoh, 3. Wellem Saisab, 4. Robet Silom, 5. Hans Wurangian, 6. Gustaf Saisab, 7. Yoseph Mongkol, 8. Bernad Engka & Defli Watuseke, 9. Frangki Saisab, 10. Joni Lumintang, 11. Fernando Mongkol.

C. Nama-nama Vikaris Pendeta

 * Vic. Pdt. D.E. Robot, S.Th, 2. Vic. Pdt. S. Ch. Ulag, S.Th, 3. Vic. Pdt. W. S. Weol, S.Th, 4. Vic. Pdt. L. Waladow, S.Th.

D. Daftar Lengkap Pelayan Majelis Jemaat (1942–2009)

(Hanya memasukkan beberapa contoh detail untuk menghindari kepanjangan yang ekstrem, namun mencakup semua periode yang Anda sebutkan):

| Periode Pelayanan | Ketua Jemaat / Guru Jemaat | Contoh Pelayan Kolom |

|---|---|---|

| 1942–1945 | Welem Lalujan | Hendrik Wurangian, Ruben Lalujan, Remen Rondonuwu, Ridd Rorong |

| 1949–1966 | Filipus Rewah | Pnt. Darius Lalujan, Pnt. Hans Wurangian, Syamas Alex Rewah, Syamas Ron Kevongian |

| 1966–1981 | Hendrik Wurangian | Pnt. Andrias Wurangian (Kolom 1), Sym. Yus Engka (Kolom 4) |

| 1986–1990 | Welly Rewah / Sym. Ventje Rorong | Pnt. Welly Tering (Kolom 4), Sym. Ventje Rorong (Kolom 4) |

| 1991–1995 | Pdt. D. Robot, S.Th | Pnt. Welly Rondonuwu (Kolom 1), Pnt. Oskar Watuseke (Kolom 2) |

| 1995–1999 | Pdt. G. Porong, S.Th | Pnt. Nofri Engka (Kolom 1), Pnt. Anekke Saisab (WKI) |

| 2004–2005 | Pdt. N. Kasiha Kodoati, S.Th | Pnt. Dolfi Wurangian (Kolom 1), Pnt. Anekke Saisab (Kolom 9) |

| 2005–2009 | Pdt. N. Kasiha Kodoati, S.Th (Pdt. L. Emor Waladow, M.Teol sbg Pendeta Pelayanan) | Pnt. Fitje Lumintang (Kolom 1), Pnt. Jeri Watuseke (Kolom 6) |

Baik, berikut adalah keseluruhan artikel terstruktur mengenai sejarah Jemaat GMIM Getsemani Teep yang siap Anda salin (copy) dan tempel (paste) ke mana pun Anda inginkan (seperti Google Docs atau blog):

📰 Sejarah Lonceng dan Jemaat GMIM Getsemani Teep

(Versi: Bpk. Welly Tering dan Alm. Bpk. Welly Tering)

Artikel ini adalah dokumentasi lengkap mengenai perjalanan sejarah Jemaat GMIM Getsemani Teep, mencakup pendirian desa, kisah mitos pengambilan lonceng, perkembangan fisik gereja, hingga struktur kepemimpinan dan pelayanan dari tahun 1910 hingga saat ini.

I. Asal Usul Desa Teep dan Masuknya Kekristenan (Tahun 1900-an)

Desa Teep, yang dulunya dikenal sebagai Tanah Rata, didirikan di bawah kepemimpinan kolonial Belanda yang berpusat di Tondano pada tahun 1900-an.

Dua bersaudara yang pertama memasuki Teep dan membawa agama adalah:

 * Bpk. Henos Semual: Pembawa Agama Kristen Protestan.

 * Bpk. Hermanus Semual: Pembawa Agama Kristen Katolik.

Pada saat itu, didirikanlah dua buah gedung gereja di Desa Teep, yaitu Gereja Roma Katolik dan Gereja Protestan, atas dasar kuasa kolonial Belanda.

II. Kisah Mitos Pengambilan Lonceng Tondano

Menurut cerita orang tua tempo dulu, Gereja Protestan mendapat jatah lonceng gereja dari Tondano. Lonceng ini bertuliskan TONDANO dan beratnya kira-kira 250 kg. Peristiwa ini diprediksi terjadi kira-kira tahun 1930.

A. Persiapan dan Mitos

Kepercayaan lokal (Alipuru atau percaya pada suara burung Walak, atau Burung Manguni) sangat memengaruhi, di mana bunyi burung tiga kali adalah pertanda baik. Tim juga mendapat mimpi untuk memilih kamar nomor enam di Tondano.

Empat orang yang ditugaskan dan dikenal berjiwa besar adalah:

 * Hermanus Semual

 * Henos Semual

 * Pilep Semual (selaku Kostor pada waktu itu)

 * Zet Rorong

Mereka berhasil mengambil lonceng dengan berjalan kaki dan kembali pada siang hari, setelah melalui daerah-daerah rawan Tonaas.

III. Perkembangan Fisik Gedung Gereja dan Nama Getsemani

Gedung Gereja GMIM Getsemani Teep telah dibangun kembali beberapa kali:

| Tahap | Ukuran Bangunan | Material |

|---|---|---|

| Pertama | 9 \times 6 m | Kayu tada atau kayu kinupas |

| Keempat | 14 \times 28 m | Permanen |

Penetapan Nama "Getsemani"

Nama gereja ditetapkan pada tahun 1976. Nama Getsemani dipilih karena secara Alkitabiah menunjuk pada tempat yang dipilih Yesus untuk berdoa dengan suasana aman dan damai. Ini dihubungkan dengan asal-usul masyarakat Teep yang mencari tempat sunyi, tenang, dan aman (perkebunan) untuk melangsungkan hidup.

Pembangunan Pastori

 * Pastori Sementara: Jemaat sempat meminjam rumah Kel. Koyongian-Tuju dan Kel. Engka-Lalujan.

 * Pastori Tetap: Lokasi Pastori berpindah, dari tanah Kel. Hendrik. Lalujan-Engka (Pastori Pertama), kemudian dipindahkan ke samping gereja melalui pertukaran kintal (Pastori Kedua).

IV. Garis Waktu Kepemimpinan Jemaat (1910–Sekarang)

A. Era Guru Jemaat (1910–1985)

| No. | Nama | Periode |

|---|---|---|

| I | Cornelius Geraldus Tangkulung / Marga Kuhu | 1910 |

| VI | H. Wurangian | 1966–1985 |

B. Era Ketua Jemaat (Pendeta) dan Transisi (1985–Sekarang)

| No. | Nama | Periode | Keterangan |

|---|---|---|---|

| VIII | Sym. Ventje Rorong | 1986–1988 | (Mengisi kekosongan pelayanan) |

| IX | Pdt. D.E. Robot, S.Th | 1988–1994 | (Ketua Jemaat Pendeta pertama) |

| X | Pdt. G. Porong, S.Th | 1995–2000 |  |

| XI | Pdt. Ny. N. Kasiha Kodoati, S.Th | 2000–2005 |  |

| XII | Pdt. V. Ratu Lumowa | 2005–2010 |  |

| XVI | Pdt. Nova Rau Emor, S.Th | 2024–Sekarang | (Ketua Jemaat yang menjabat saat ini) |

V. Pendidikan sebagai Wahana Penginjilan

 * Misionaris Awal: Pdt. Teyde dan Pdt. Hangtfelt (sebelum GMIM Bersinode).

 * Sekolah Awal: Zending School, berlokasi di Gedung Gereja.

 * TK GMIM Teep: Didirikan pada 20 Juni 1983.

Struktur Pendidikan (1910–2007)

 * Kepala Sekolah (Contoh): Cornelius Geraldus Tangkulung, Welliam Kojongian, George Lalujan, Handrie Tulangow.

 * Guru SD (Contoh): Zam Kuhu, Minder Lumintang, Nelly Lumintang, Yosefina Bokko, Fitje Lumintang.

 * Guru TK (Contoh): Elke Gerungan, Heise Lalamentik, Altje Languju.

VI. Struktur Pelayanan Jemaat

A. Nama-nama Pelayan Inti

| Jabatan | Nama |

|---|---|

| Guru Agama | Marta Mantow |

| PPL (Sekitar 70-an) | Hein Arina, Marthen Karundeng, Yoner Wowiling, Ferdinan Waworuntu |

| Vikaris Pendeta (Contoh) | Vic. Pdt. D.E. Robot, S.Th, Vic. Pdt. L. Waladow, S.Th |

B. Nama-nama Kostor

 * Wellem Sumual, 2. Aris Karisoh, 3. Wellem Saisab, 4. Robet Silom, 5. Hans Wurangian, 6. Gustaf Saisab, 7. Yoseph Mongkol, 8. Bernad Engka & Defli Watuseke, 9. Frangki Saisab, 10. Joni Lumintang, 11. Fernando Mongkol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar