Senin, 02 Januari 2017
SEJARAH LONCENG GEREJA GMIM GETSEMANI TEEP
SEJARAH LONCENG GEREJA GMIM GETSEMANI TEEP
(Versi:Bpk. Welly Tering)
Ditahun 1900an asal mulanya DESA TEEP Didirikan dibawah kepemimpinan kolonial belanda yang berpusat di Tondano,pada tahun-tahun tersebut DESA TEEP sudah banyak yang menghuni,baik yang bermukim tetap ada juga yang masih berpindah-pindah.yang pertama masuk tuk bercocok tanam adalah dua bersaudara yang berasal dari daera selatan Bpk HENOS SEMUAL yang membawa Agama Kristen Protestan & HERMANUS SEMUAL yang membawa Agama Kristen Katolik. mereka berdualah orang pertama yang memasuki Desa Teep yang dulunya disebut Tanah RATA,,
(singkat cerita)
Pada saat itu Didesa Teep sudah ada dua buah gedung Gereja Romus Katolik & Gereja Protestan,kedua gereja tersebut didirikan atas Dasar kuasa dari kolonial Belanda pada waktu itu. menurut cerita orang tua tempo Dulu. pada waktu itu ada utusan belanda dari barisan sekte pusat tondano , menyampaikan kepada pengurus Gereja Protestan supaya mengambil jatah LONCENG gereja di daerah Tondano,
Walaupun masa itu sudah mengenal Agama tapi kepercayaan Alam atau ALIPURU(percaya pada suara burung walak), masih melekat dalam diri masing-masing orang pada saat itu,
sampai untuk pergi mengambil jatah Lonceng di tondano pun harus mendengar suara burung walak yg disebut BURUNG MANGUNI,,Kalau burung walak itu berbunyi tiga kali berarti itu pertanda baik,,,tapi kalau berbunyi sekali berarti itu tidak baik,,burung walak tersabut ,yang menjadi lambang GEREJA GMIM saat ini.
pada saat itu ada Empat Orang yang ditugaskan untuk pergi ke Tondano mengambil LONCENG Gereja,yaitu:
Ditahun 1900an asal mulanya DESA TEEP Didirikan dibawah kepemimpinan kolonial belanda yang berpusat di Tondano,pada tahun-tahun tersebut DESA TEEP sudah banyak yang menghuni,baik yang bermukim tetap ada juga yang masih berpindah-pindah.yang pertama masuk tuk bercocok tanam adalah dua bersaudara yang berasal dari daera selatan Bpk HENOS SEMUAL yang membawa Agama Kristen Protestan & HERMANUS SEMUAL yang membawa Agama Kristen Katolik. mereka berdualah orang pertama yang memasuki Desa Teep yang dulunya disebut Tanah RATA,,
(singkat cerita)
Pada saat itu Didesa Teep sudah ada dua buah gedung Gereja Romus Katolik & Gereja Protestan,kedua gereja tersebut didirikan atas Dasar kuasa dari kolonial Belanda pada waktu itu. menurut cerita orang tua tempo Dulu. pada waktu itu ada utusan belanda dari barisan sekte pusat tondano , menyampaikan kepada pengurus Gereja Protestan supaya mengambil jatah LONCENG gereja di daerah Tondano,
Walaupun masa itu sudah mengenal Agama tapi kepercayaan Alam atau ALIPURU(percaya pada suara burung walak), masih melekat dalam diri masing-masing orang pada saat itu,
sampai untuk pergi mengambil jatah Lonceng di tondano pun harus mendengar suara burung walak yg disebut BURUNG MANGUNI,,Kalau burung walak itu berbunyi tiga kali berarti itu pertanda baik,,,tapi kalau berbunyi sekali berarti itu tidak baik,,burung walak tersabut ,yang menjadi lambang GEREJA GMIM saat ini.
pada saat itu ada Empat Orang yang ditugaskan untuk pergi ke Tondano mengambil LONCENG Gereja,yaitu:
I.Henos Semual
II.Hermanus Semual
III. Pilep Semual (Kostor)
IV.Zet Rorong (Kuntua)
,sebelum mereka berempat Berangkat Mereka mendapat mimpi bahwa harus berangkat siang ke tondano,dan kamar yang harus dipilih nantinya di tondano harus nomor enam.
Maka berangkatlah mereka berempat ke tondano,dengan bekal seadanya,milu goreng dan ubi rebus,,mereka pergi dengan Berjalan Kaki melewati daerah kakas remboken dan urongo,
karna disetiap tempat mereka berempat lewati pasti ada Tonaas yang menguasai daerah tersebut,,tapi anehnya setiap kali mereka melewati tempat-tempat rawan tersebut mereka tidak kelihatan oleh Tonaas lain tersebut,karena mereka juga berempat sudah ada persiapan penjaga diri masing-masing,,
Maka sampailah mereka diTondano, dimana pusat kolonial belanda berada, di tempat tersebut mereka berempat di panggil untuk memilih satu kamar dari nomor satu sampai enam kamar, diantara ke enam kamar tersebut hanya ada dua buah lonceng yang disediakan,,,itu sebabnya mereka disuruh untuk memilih, karena sudah dapat mimpi, maka mereka berempat memilih kamar nomor enam,,,maka didapatnya Lonceng gereja tersebut beratnya kira-kira 250kg,,,mereka berangkat siang dari DESA teep sampai tondano siang begitu juga kembali,,pulang sampai siangnya juga sampai di Gereja GMIM TEEP.
itulah sedikit cerita mitos dari orang tua dulu,,,itu sebapnya Lonceng gereja GMIM GETSMANI TEEP bertuliskan TONDANO,,,karna itu asli dari belanda.
GEDUNG GEREJA GMIM GETSEMANI TEEP PERTAMA.didirikan dengan ukuran 9X6m, memakai kayu tada atau kayu kinupas.KEDUA ukuran 8x12m. KETIGA 10X12. KEEMPAT 14X28m.
SEDANGKAN MENJABAT KETUA JEMAAT WAKTU ITU SAMPAI SEKARANG:
I. marga KUHU 1910 mencakup kepala sekolah.
II. marga KOYONGIAN 1920-1925
III. W. LALUYAN 1930-1940
IV. marga RONDONUWU 1940-1945
V. E. REWAH 1950-1955
VI. H. WURANGIAN 1955-1985
VII. W. REWAH 1985-1988
VIII. V. RORONG 1986-1988
IX. Pdt. KILING ROBOT 1988-1994
X. Pdt. G. PORONG 1995-2000
XI. Pdt. KASIHA KODOWATI 2000-2005
XII. Pdt. V. RATU LUMOWA 2005-2010
XIII. Pdt. TURANGAN 2010-2015
XIV. Pdt. M. LUMINTANG 2015-2020
Maka berangkatlah mereka berempat ke tondano,dengan bekal seadanya,milu goreng dan ubi rebus,,mereka pergi dengan Berjalan Kaki melewati daerah kakas remboken dan urongo,
karna disetiap tempat mereka berempat lewati pasti ada Tonaas yang menguasai daerah tersebut,,tapi anehnya setiap kali mereka melewati tempat-tempat rawan tersebut mereka tidak kelihatan oleh Tonaas lain tersebut,karena mereka juga berempat sudah ada persiapan penjaga diri masing-masing,,
Maka sampailah mereka diTondano, dimana pusat kolonial belanda berada, di tempat tersebut mereka berempat di panggil untuk memilih satu kamar dari nomor satu sampai enam kamar, diantara ke enam kamar tersebut hanya ada dua buah lonceng yang disediakan,,,itu sebabnya mereka disuruh untuk memilih, karena sudah dapat mimpi, maka mereka berempat memilih kamar nomor enam,,,maka didapatnya Lonceng gereja tersebut beratnya kira-kira 250kg,,,mereka berangkat siang dari DESA teep sampai tondano siang begitu juga kembali,,pulang sampai siangnya juga sampai di Gereja GMIM TEEP.
itulah sedikit cerita mitos dari orang tua dulu,,,itu sebapnya Lonceng gereja GMIM GETSMANI TEEP bertuliskan TONDANO,,,karna itu asli dari belanda.
GEDUNG GEREJA GMIM GETSEMANI TEEP PERTAMA.didirikan dengan ukuran 9X6m, memakai kayu tada atau kayu kinupas.KEDUA ukuran 8x12m. KETIGA 10X12. KEEMPAT 14X28m.
SEDANGKAN MENJABAT KETUA JEMAAT WAKTU ITU SAMPAI SEKARANG:
I. marga KUHU 1910 mencakup kepala sekolah.
II. marga KOYONGIAN 1920-1925
III. W. LALUYAN 1930-1940
IV. marga RONDONUWU 1940-1945
V. E. REWAH 1950-1955
VI. H. WURANGIAN 1955-1985
VII. W. REWAH 1985-1988
VIII. V. RORONG 1986-1988
IX. Pdt. KILING ROBOT 1988-1994
X. Pdt. G. PORONG 1995-2000
XI. Pdt. KASIHA KODOWATI 2000-2005
XII. Pdt. V. RATU LUMOWA 2005-2010
XIII. Pdt. TURANGAN 2010-2015
XIV. Pdt. M. LUMINTANG 2015-2020
XV. Pdt.J.TULANGOW 2020-2025
XVI. Pdt.N Rau Emor 2025-Sekarang
Itulah cerita dari berbagai sumber terpercaya....Mohon kritik dan Saran...TRIMS
SEMOGA BERMANFAAT...
Itulah cerita dari berbagai sumber terpercaya....Mohon kritik dan Saran...TRIMS
SEMOGA BERMANFAAT...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar